OVERVIEW OF OUR 6-STAGE PROCESS

Swipe up

1. SITE VISIT& CONSULTATION

ini adalah fase pengumpulan data. Sebuah desain yang baik tidak bisa lahir hanya dari imajinasi, tetapi harus berpijak pada data lapangan yang akurat.

Wawancara Klien: Arsitek akan menggali “Design Brief”. Ini mencakup: gaya yang disukai (misal: Minimalis, Industrial), kebutuhan ruang (berapa kamar tidur, butuh ruang kerja?), hingga kebiasaan penghuni (apakah suka memasak? apakah punya hewan peliharaan?).

Site Measurement (Ukur Ulang): Tim teknis akan mengukur ulang lokasi real. Seringkali denah dari developer berbeda beberapa centimeter dengan kondisi asli.

Analisis Lapangan: Mengecek jalur pipa air (plumbing), kapasitas listrik, arah mata angin (untuk pencahayaan alami), dan potensi masalah seperti dinding lembab atau rayap.

Tujuan: Memastikan desain yang dibuat nanti 100% buildable (bisa dibangun) dan sesuai fungsi.

2. SCHEMATIC DESIGN

Fase ini adalah tentang tata letak dan alur. Sebelum bicara soal warna cat atau jenis sofa, kita harus memastikan sirkulasi manusianya benar dulu.

Layouting (Denah Lantai): Membuat denah 2D yang menunjukkan posisi dinding, pintu, jendela, dan penempatan furnitur utama. Di sini Anda akan melihat seberapa luas space untuk berjalan.

Konsep Visual (Mood Board): Kumpulan kolase gambar referensi untuk menyamakan persepsi. Misalnya, jika Anda bilang “Ingin nuansa tropis”, desainer akan menunjukkan palet material dan warna untuk memastikan definisinya sama.

Tujuan: Mengunci tata letak furnitur dan dinding agar tidak berubah-ubah lagi di tahap selanjutnya.

3. DESIGN DEVELOPMENT

Ini adalah fase Perancangan. Skema kasar di tahap sebelumnya kini diubah menjadi gambar desain yang sesuai dengan kebutuhan dan konsep yang sudah ditentukan

3D Rendering: Pembuatan gambar perspektif 3 dimensi. Anda akan melihat simulasi pencahayaan, tekstur lantai, bentuk plafon, hingga detail custom furniture.

Material Selection: Pemilihan material spesifik. Bukan lagi sekadar “keramik putih”, tapi “Granit tile ukuran 60×60 merk X warna Carrara White“.

Revisi Desain: Di tahap ini biasanya terjadi diskusi estetik, misalnya mengganti model lampu gantung atau warna kabinet dapur.

Tujuan: Memberikan gambaran nyata kepada klien agar tidak ada kejutan visual saat bangunan jadi (“Lho, kok hasilnya begini?”).

4. DED & BUDGETING

Ini adalah fase teknis dan finansial. Gambar cantik (3D) diterjemahkan menjadi bahasa tukang (gambar kerja) dan bahasa akuntan (RAB).

Gambar Kerja (DED): Dokumen tebal berisi instruksi teknis.

  • Gambar ME: Titik saklar, stopkontak, jalur AC.

  • Gambar Kusen: Detail ukuran pintu dan jendela.

  • Gambar Potongan: Detail sambungan lemari, pola pasang keramik, detail profil plafon.

RAB (Rencana Anggaran Biaya): Perhitungan biaya berdasarkan volume di gambar kerja. Di sini harga menjadi transparan karena dihitung per meter persegi/meter lari, lengkap dengan harga satuan material dan upah kerja.

Tujuan: Menjadi pegangan kontrak kerja (SPK) agar biaya tidak membengkak (overbudget) dan spesifikasi material tidak diturunkan diam-diam.

5. CONSTRUCTION PHASE

Fase eksekusi fisik. Desain di atas kertas kini diwujudkan menjadi tahap konstruksi

Fit-Out & Sipil: Mulai dari pembongkaran, pemasangan partisi, lantai, plafon, hingga pengecatan.

Fabrikasi Furniture: Pembuatan furnitur custom (seperti Kitchen Set, Wardrobe) biasanya dilakukan di workshop (bengkel) terpisah, lalu dirakit di lokasi (install).

Supervisi Berkala: Desainer/Arsitek wajib melakukan kunjungan rutin (misal: seminggu sekali) untuk Quality Control. Mengecek apakah tukang memasang keramik dengan lurus, apakah catnya rata, dan apakah ukurannya sesuai gambar DED.

Tujuan: Menjaga kualitas pekerjaan agar sesuai standar dan selesai tepat waktu (timeline management).

6. HANDOVER

Fase penyelesaian. Proyek dinyatakan selesai secara fisik dan administrasi.

Checklist (Opname): Klien dan kontraktor berkeliling bersama memeriksa hasil akhir. Jika ada cacat (misal: handle pintu goyang, cat tergores), akan dicatat dalam list perbaikan.

Masa Retensi: Biasanya kontraktor memberikan garansi pemeliharaan (misal: 1-3 bulan). Jika ada kerusakan hasil kerja dalam masa ini, kontraktor wajib memperbaiki secara gratis.

Berita Acara Serah Terima (BAST): Penandatanganan dokumen resmi bahwa pekerjaan telah diterima dengan baik, penyerahan kunci, dan pelunasan pembayaran termin akhir.

Tujuan: Memberikan ketenangan pikiran (peace of mind) bagi klien bahwa aset mereka terlindungi garansi.

Get in touch – we’d love to hear from you.

RIZE

WORK

DESIGN